Belajar dari Nou Camp Barcelona

barca nou camp

(Sebuah Catatan dari Suamiku IRvan NUgraha saat kami berkunjung ke Markas BARCA, dalam rangkaian Gold Cruise Oriflame 2014)

Inspirasi dari benchmark ke Nou Camp. Sebenarnya impiannya punya klub sepak bola profesional. Ini pelampisan isi otak tentang bola karena sejak kecil hobi bola dan nonton bola.

Nah saya share beberapa inspirasi dari nou camp. Sangat bagus utk walikota, manager club, pemilik klub bola.

1. Bola tidak sekedar tentang pertandingan antara 11 orang. Bola berbicara juga mengenai bisnis, mengenai penyebaran nilai-nilai, mengenai perjuangan pengakuan bangsa oleh dunia internasional.

2. Klub sepakbola profesional mengintegrasikan antara olahraga, bisnis dan membangun sejarah.

3. Pemilik klub barcelona menginvestasikan dana utk membangun sekolah sepakbola . Nou camp terkenal dengan sekolah sepakbola yang melahirkan para bintang. Para orang tua yang ingin anaknya menjadi pemain hebat dimasukan ke sekolah ini. Begitupun para pencari bakat keliling dunia untuk mencari remaja berbakat utk dilatih di nou camp.

4. Investasi ini untuk menjadi klub barcelona berprestasi tidak sekedar baik namun hebat dalam waktu yang lama. Berprestasi utk menjadi sejarah.

5. Dengan berprestasi, orang yang mempunyai uang dan kepentingan akan datang. Bisa utk menonton pertandingan, membeli merchandise, mensponsori klub seperti qatar airways.

6. Kombinasi antara membeli pemain berbakat, mendidik anak-anak berbakat, merekrut pelatih dan manager bermental pemenang untuk menjadikan barca berprestasi.

7. Stadion sepakbola profesional dilengkapi dengan semua fasilitas. Stadionnya bersih, nyaman, harum dan terawat seperti halnya perkantoran.

8. Stadion menghadirkan sarana hiburan yang menyenangkan dan tempat kerja yang nyaman utk pelatih, pemain dan seluruh orang yg terlibat dalam perusahaan klub bola ini.

9. Agar uang mengalir setiap hari ke stadion maka dibuatlah museum dan toko merchandise. Jika tidak ada pertandingan stadion ini berubah menjadi tempat wisata museum dan belanja.

10. Foto booth dgenna replikasi piala champion uefa saja harganya 20 euro, 1 buah t shirt nya saja seharga 99 euro, sungguh sebuah bisnis yang sangat bagus.

11. September ini menjadi salah satu moment special bagi bangsa catalunya. Ada catalunya wilayah atau provinsi otonom. Dibeberapa gedung/bangunan di kota barcelona terlihat bendera catalunya.

12. Catalunya berupaya melakukan referendum untuk berpisah dari spanyol seperti halnya referendum di skotlandia.

13. Dalam hal ini sepakbola menjadi alat kampanye untuk menunjukan persaingan, perimbangan kekuatan madrid-barcelona.

14. Latar belakang lain yang menjadi barca berprestasi adalah alasan kepentingan tersebut.

15. Sepakbola spanyol banyak melahirkan pemain bintang dan sebelum memenangi piala dunia 2010, piala eropa 2008 & 2012. Sering disebut negara bertabur bintang yang tidak pernah juara. Hal ini adanya persaingan antara pemain spanyol dari madrid dan barca yg melahirkan iklim kurang harmonis.

sekian oleh oleh saya saat mengunjungi Nou Camp summer 2014.

Ular Tangga

ulartangga

Dalam bisnis jaringan, kalau dipikir pikir kayak main ular tangga.

ada yang perlahan melewati satu persatu kotak di permulaan,

ada yang melewati kotak kotak itu dengan cepat skali, ketemu tangga sehingga dia sudah berada lebih depan, dibagian atas.

ada yang udah diatas tiba tiba ketemu gambar ular jadi harus turun kebawah , harus mengulangi step awal lagi.

saya pernah main ular tangga dengan Qia, saat dia sudah mendekati garis finish tetapi harus turun jauh kebawah karna ketemu kotak ular, dia sempat kecewa. saya tidak melarangnya utk sedih, karena sedih adalah ungkapan perasaan yang manusiawi.

saya bertanya ke qia : mau stop mainnya apa lanjut nak?

dan dia smakin tertantang : Qia pengen menang Bun.

ya dia memilih melanjutkan permainan ular tangga, meski harus mengulang lagi dari kolom bawah.

Jadi temen temen, pilihan ada ditangan kita sbagai pemain :
1. berhenti ditengah permainan, atau
2. melanjutkan permainan hingga mencapai garis finish.

ada yang sudah jaringannya growing lalu rontok, siapapun akan mengalami naik turun. Seperti mesin cek jantung kalau grafik jantung maish naik turun artinya kita masih hidup, kalau garisnya sudah datar ya artinya sudah berhenti berdetak jantung alias tidak ada kehidupan.

Supaya bisnisnya teruss berdenyut ya sudah tau kan apa nyawa bisnis ini? kalau denyutnya mulai ngos ngosan dan harus dibantu pompa terus, berarti ada yang tidak dilakukan, segera analisa penyebabnya.

yang jelas, mereka yang berhenti ditengah jalan, tentu tidak akan pernah menjadi pemenang.

Joglo, 3 februari 2015
Eka Satriana

Bekerja bukan untuk Mencari Rezeki (?)

burung

Dapet ilmu dari abi qia smalem dari Kajian hadist :

Abi Qia : Kita bekerja bukan untuk mencari rezeki.

istri : Hah ? kok begitu? maksudnya gimana Bi ?? Trus kalau bukan mencari rezeki kita bekerja ngapain?

Abi Qia : Begini Bun,

Kerja itu bagian dari sebuah IBADAH utk mencari keridhoannya Allah.

Rezeki itu AMANAH dari Allah, antara lain Rezeki kesehatan, rezeki harta, rezeki waktu luang, rezeki anak, rezeki ilmu, dll.

Rezeki itu harus kita SYUKURI.

Nah ciri orang yang bersyukur itu dia menerima rezeki yg dia terima dan menggunakannya untuk kebaikan di jalan Allah…

Istri : Trus gimana dengan orang yg sudah bekerja keras tapi misal belum naik level atau secara ekonomi pas pasan Bi ?

Abi Qia : rezeki itu jangan diartikan hanya harta, meskipun dia belum di amanahi Allah dengan rezeki harta tapi bisa jadi Allah memberi rezeki kesholehah padanya, rezeki ilmu, dll. yang belum naik level bisa jadi Allah memberinya rezeki lainnya.

Istri : oiya bener kadang kita meng identikkan rezeki hanya dengan harta/materi

Abi Qia : kalau dari kerja/usaha bisa dapat rumah, mobil, jalan jalan gratis atau hal lainnya, itu mah “Bonus” dari Allah dari kerja kita, dan ingat kita haarus memanfaatkannya dijalan Allah.

jadi sebenarnya ada atau tidak ada challenge, kita tetap harus bekerja sebaik baiknya. Jangan menunggu ada challenge saja.

jadi kalau kita sudah kerja kerassss tapi hasilnya misalkan belum berhasil, ya jangan merasa kecewa, karena kita sudah IKHTIAR, bekerja yg bagian dari ibadah kita, asalkan kita menjalaninya dengan benar.

(sang istri merenung dan mencoba mencerna kembali apa yang suaminya jelaskan…hatur nuhun suamiku…Alhamdulillah jadi paham…)

Wallahu alam bish showab
Joglo, 20 Feb 2015
Eka Satriana

Rumah Nekat

72

4 tahun lalu saat masih ngontrak di bekasi dan langganan banjir (maaaf bukan mau membully bekasi ya hehehe), adikku dian bilang : ka, ada rumah baru jadi, ada plang mau dijual di joglo.

inget banget bulan ramadhan waktu itu, saya dan suami iseng liat rumah itu. kenapa saya bilang iseng? karnaaa jujuuurrr kami waktu itu nggak punya uang , saya belum ketemu oriflame hehehe.

Singkat cerita, kami pun janjian dengan bapak pemilik rumah berwarna abu abu minimalis 2 lantai itu. Waktu pertama suami tanya harganya, itu saya langsung melipir duduk diteras aja, mendengar harganya yang stengah M, huwaaa sereem saya dengernya karna dulu bokek berat hehehe. Sementara suami terus aja masuk ke dalam rumah, dan melihat lihat ke lantai 2 dengan PD nya.

Saya sampe ngambek nunggu di teras luar, ngapain sih bi lama banget, udah jelas jelas kita gak ada uang stengah M, ayo kita pulang skarang. hihihi sensi bener kalau bokek ya.

Tapi yang saya smakin gak mengerti, si abi malah bilang : “Bun, tunggu yah, bapaknya lagi nyuruh orang fotokopi sertifikat rumah ini. lagi diambil dirumahnya.”

Saya smakin gak ngerti, ya Allah suamikuuu nekat bener, kita nggak punya uang segituu , ini rumah kemahalan bii, kayaknya kita masih harus cari kontrakan lagi ( bokek ternyata membuat orang menjadi sangat pesimis hehehe).

Sore itu kami pulang ke rumah kontrakan di bekasi yang udah abis masa kontrak 1 tahunnya. Dan ternyata suami saya jatuh cinta sama rumah itu, meski bukan dalam komplek rumah dian, tapi lingkungan sekitarnya in syaa Allah baik, apalagi ada 3 masjid dekat skali, tetanggaan sama rumah pak haji yang mana stiap sore ada pengajian anak anak. dan yang paling penting, deketan rumah dian dan tantenya ibuk , masih 1 RW, ini yang membuat ayah ibuk pun setuju banget deketan.

Terus terang saya nggak habis pikir dengan kenekatan suami yang membuat janji sama bapak pemilik rumah. Suatu malam sehabis tarawih, suami mengajak saya untuk janjian dengan bapak itu untuk tawar menawar harga rumah.
Jujur saya orang sumatra kan biasanya to the point, nah ini udah mau sejam suami malah ngobrol kesana kemari. Saya udah kasih kode, ayo bi tawarr udah malem ini, cuma dia senyum aja.

Rumah ini dari harga 500 juta, alhamdulillah hasil lobi suami (saya akui dia jago banget), si bapak pemilik rumah akhirnya deal akan melepas rumahnya menjadi 430 juta ke suami. padahal menurut orang sekitar, sudah 2 bulan ini banyak yang menawar , si bapak pemilik rumah tidak mau bergeser dari angka 500 juta. Bayangkan, suami langsung kasih uang tanda jadi 1,5 JUTA doang hihihi, duh beneran kalau bukan Allah yang memudahkan, dan menggerakkan hati bapak itu melepas rumahnya ke kami.

Di perjalanan pulang ke bekasi, antara senang dan takut, saya tanya ke suami , bi darimana kita dapet uang DP nya ? butuh 100 jutaan lho bi, tabungan kita gak sampe segitu bi. Dengan yakin dia berkata : in syaa Allah ADA rejeki dari Allah bun, yakin ini bulan ramadhan, kita banyakin sedekah dan berdoa bun.

saya smakin pesimis, ya Allah ini suami, kalau kami nggak ada DP rumah itu, itu uang tanda jadi kita 1,5 Juta melayang, jaman itu 1,5 juta bernilai banget hehehe.

2-3 hari sejak kasih tanda jadi itu, keajaiban itu datang, rejeki itu datang tanpa kami duga duga lewat keluarga, alhamdulillah suami langsung mengurus surat surat KPR di suatu bank syariah, alhamdulillah smua prosessnya lancar, dan akhirnya kami pun pindah ke joglo, mengakhiri status ‘kontraktor’ slama 5 tahun sejak menikah.

Suatu malam, yang bikin saya berkaca kaca saat suami memperlihatkan buku agenda lusuhnya. ya saya ingat, buku itu sudah ada sejak kami pertama menikah, dimana dia hari hari pertama menikah sudah mengajak saya bikin planning 1-5 tahun mendatang. yang manaa saya iya iyain aja hihihi, karna saya ini orangnya gampangan, sedangkan dia mikirnya jauh kedepan. (kita memang berjodoh ya bi)

di salah satu halaman itu tertulis : memiliki rumah tahun 2010.

Ya Allah, impian itu terwujud, dengan segala keajaiban yang Allah berikan.

alhamdulillah, pindah ke Joglo membuka jalan rejeki juga bagi kami, karna saya akhirnya bertemu dengan bisnis dbcn oriflame. satu persatu impian yang ada di dream books nya (ya karna dulu saya bermimpi pun nggak berani hehehe), mulai terwujud satu persatu. dan sejak berbisnis ini mind set, mental dan keberanian saya ditempa.
Saya bukan lagi istri ‘pemadam kebakaran’ yang memadamkan impian suaminya, tapi skrg malah saya yang menjadi pembakar impian orang orang ditim saya.

Alhamdulillah ya Allah, smoga kami menjadi hamba yang slalu bersyukur , yg tidak terlena dgn kenikmatan, sehingga bisa memanfaatkan hidup ini utk mengumpulkan bekal kembali. aamiin

smoga bermanfaat sekelumit cerita suami nekat eh rumah nekat dari saya pagi ini , doakan bisa punya rumah yg lebih luas lagi yaa aamiin

anak muda,
menikahlah sebelum mapan
agar anak anak anda dibesarkan bersama kesulitan kesulitan anda
agar anda dan anak anak anda kenyang merasakan betapa AJAIBNYA kekuasaan Allah..(adriano rusfi)

(foto rumah 4 tahun lalu masih polos karna masih naik motor dan metromini kemana mana, alhamdulillah 2 tahun berikutnya dipasang kanopi karna saya mendpt mobil gratis dari Allah lewat bisnis oriflame alhamdulillah)

- Eka Satriana -

10.000 Jam

10,000 JAM

Waktu mengikuti Indonesia Growth Summit 2012 di Bali, Pak Magnus Branstrom pernah bercerita mengenai buku Outliers nya Malcolm Gladwell. Dalam salah satu bab di buku itu menjelaskan bahwa setiap sebuah keahlian/pakar akan mencapai puncaknya setelah melalui proses jam terbang minimal 10.000 jam.

Bill gates, The Beatles dll adalah mereka yang sudah melewati 10.000 jam itu sehingga mereka sukses di bidangnya masing masing.

Nah saya jadi tergelitik untuk mencoba melakukan survey kecil kecilan kemarin adakah korelasi teori 10.000 jam ini dengan faktor kesuksesan seseorang di bisnis oriflame khususnya. Tentu saja hasil survey saya ini tidak ilmiah karna saya tidak menggunakan rumus atau sample yang akurat. Tapiii cukuplah memberi gambaran yang bermanfaat untuk saya, kita semua.

Saya mencoba mensurvey beberapa orang diamond up nya Oriflame. Mengapa Diamond? karena saya pikir menjadi seorang diamond sudah bisa menjadi indikasi kesuksesan seorang independent konsultan, meski kesuksesan dalam konteks luas bukan melulu soal materi yang telah dicapai. Tapi dalam success plan oriflame menjadi seorang diamond adalah impian smua orang yang memulai bisnis ini.

Bagaimana hasil survey kecil kecilan saya kemarin?
sangaaaat menarik, berikut hasil survey saya :

(1) Beberapa orang diamonds up yang saya survey, mereka yang menghabiskan waktu 6 JAM/hari untuk bisnis, meraih level diamond dalam waktu kurang lebih 3 TAHUN.

(2) Mereka yang menghabiskan waktu 8-10 jam/hari mengurus bisnisnya, meraih level diamond dalam waktu kurang lebih 2 TAHUN.

(3) Mereka yang menghabiskan waktu 12 jam/hari mengurus bisnisnya, meraih level diamond dalam waktu 1-2 tahun dan sudah meraih level executive up.

(catatan : jumlah jam diatas itu waktu total perhari, yang namanya ibu rumah tangga tentu kadang disambi sambi, sambil nunggu anak skolah, sambil nyuci, dll hehehe jadi tidak mutlak duduk depan laptop berjam jam, sangat fleksible)

Nahh, dari mini survey ini, saya menyimpulkan bahwa :

Semakin banyak investasi waktu (saya menggunakan kata investasi untuk waktu), maka akan semakin cepat dia meraih level/tittle dalam Success Plan.

Mari kita berhitung :

(1) 6 jam/hari, kita anggap saja stiap hari meski realitanya tidak stiap hari ya, maka dalam 1 tahun dia sudah menghabiskan 2.190 Jam. jika untuk meraih diamond butuh 10.000 jam, maka membutuhkan waktu 4,5 tahun.

(2) 10 jam/hari, kita anggap saja stiap hari meski realitanya tidak stiap hari ya, maka dalam 1 tahun dia sudah menghabiskan 3.650 Jam. jika untuk meraih diamond butuh 10.000 jam, maka membutuhkan waktu 2,7 tahun.

(3) 12 jam/hari, kita anggap saja stiap hari meski realitanya tidak stiap hari ya, maka dalam 1 tahun dia sudah menghabiskan 4.380 Jam. jika untuk meraih diamond butuh 10.000 jam, maka membutuhkan waktu 2,2 tahun.

Nah, jika kita liat data dari mini survey saya pada beberapa diamonds up, ada yang bisa meraih lebih CEPAT dari waktu estimasi. Nah menurut saya inilah yang dinamakan PERCEPATAN REJEKI dengan JURUS LANGIT.
Membuat sesuatu yang impossible menjadi possible.

Teori 10.000 jam ini juga bisa menjawab pertanyaan pertanyaan banyak teman teman, kenapa kita belum bisa meraih level diamond? mari kita bertanya pada diri kita sendiri..

Kalau sehari hanya 1 jam sehari mengurus bisnis, maka setahun 365 jam. untuk meraih 10.000 jam, artinya butuh 27 TAHUN hihihi. kapan nyampe diamondnya ya hehehe.

Skarang, jika teman teman ingin menjadi seorang diamond 3 tahun atau 2 tahun lagi, teman teman sudah mulai bisa meng alokasikan waktu berapa jam sehari kita harus fokus mengurus bisnis ini.

======================================

Skali lagi, ini hanya mini survey yang saya tanyakan langsung dengan sekitar 10 orang diamonds up kemarin yaa, jadi mohon maaf memang tidak ilmiah hehehe.

Trima kasih untuk para diamonds up yang sudah mau sharing kemarin saya tanya tanya, smoga lancar terus sampe President, aamiin.

Joglo, 30 Oct 2014
Eka Satriana