“Barokahnya sebuah KEJUJURAN”

BERANI JUJUR

Hari ini adalah hari ketiga supir saya yang kebetulan masih family, ijin pulang kampung ke muara enim, karena bapaknya (adik kakekku) kena serangan stroke. Karena ada keperluan ke Sudirman, ya sudah pasti pulangnya saya akan naik taksi.

Saya ini orangnya memang tipe pengomong, suka aja ajak ngobrol supir taksi yang biasanya punya cerita menarik dalam kehidupannya, seperti cerita Kang Ridwan supir taksi Bl*e B**d dengan nomor pintu RXP 473 siang ini.

Beliau berasal dari Limbangan, Garut, mengadu nasib ke Jakarta menjadi seorang supir taksi, obrolan pun berlangsung, saya tanya, berapa kang kira kira penghasilan bersih sebulan? Beliau bilang kalau idealnya mah 4 juta bisa dapet bu, tapi kalau lagi sepi kayak kemarin cuma kadang cuma dapet dikit. Ya nggak tentulah bu katanya.

Di tempatnya bekerja ada juga bonus/komisi, kalau misalnya sebulan bisa tercapai 14 juta, itu komisi bonusnya 1,5 juta. Tapi blm pernah tercapai katanya karena sebulan hanya 20 hari kerja efektif, artinya dia harus dapet 700 ribu/hari, dan itu jarang terjadi.

Itu obrolan standard, yang menarik adalah saat saya tanya, Kang ridwan sama istri dan anak ngontrak dimana? Nah, barulah beliau cerita, kalau dia tidak tinggal di kontrakan tetapi di gudang, bangunannya besar seperti gabungan beberapa ruko, luas. Saya bingung, itu gudang siapa kang?

Dan mengalirlah cerita dari kang Ridwan, semua bermula dari suatu kejadian, suatu hari dia bawa penumpang, setelah penumpang itu turun dan taksi yang dibawanya sudah pergi, dia baru sadar kalau ada tas kecil penumpang tadi ketinggalan dikursi belakang.

Karena dia harus bawa penumpang lagi, dia simpanlah tas kecil hitam itu, niatnya malamnya setelah selasai, baru dia akan ke rumah yang punya tas untuk mengembalikan tas tadi.

Malamnya dia datangi lagi rumah penumpang tadi untuk mengantarkan tas, si pemilik tas begitu terkejut, karena tidak pernah menyangka kalau tas itu akan dikembalikan. Karena penumpang tadi mau melapor ke perusahaan takis dia sama skali tidak ingat nomor pintu taksi yang ditumpanginya dan memilih pasrah tas beserta isinya hilang.

Kata kang ridwan, siangnya saat dia cerita ke temannya sesama supir taksi, banyaklah yg menyarankan, udah ambil aja Wan tas itu beserta isinya, pulang ke kampung bangun rumah, nggak usah dibalikin.

Tetapi kang ridwan menyadari betul kalau tas beserta isinya itu BUKAN hak nya, dan dia memilih untuk mengembalikan ke pemiliknya.

Mau tau apa isi tas hitam kecil itu ?
1 buah handphone canggih,
berkas berkas dokumen, dan
42 lembar uang 100 dollar (kalau kurs 1 dollar = 11 ribu berarti sekitar 46 juta ya),
totally 54 jutaan plus berkas berkas penting.

Si penumpang yang ternyata pasangan suami istri keturunan tionghoa ini adalah pengusaha kaya, rumahnya di daerah pluit rumah mewah, punya bisnis banyak, salah satu bisnis istrinya punya gudang di daerah Daan Mogot. Kalau malem ada sekitar 10 mobil bisnisnya disimpan disitu, beserta gudang dan isinya.

Menurut Bapak itu, slama ini ada pegawai yang jaga gudang tetapi tidak pernah jujur, jadilah kang ridwan , istri dan anaknya ditawarin untuk tinggal di gudang itu, nyaman, bahkan ada AC nya kamar mereka.
Alhamdulillah mereka jadi tidak perlu keluar uang untuk sewa kontrakan. Slain itu sembako bulanan juga dikasih, dan istrinya juga dikasih uang 2 juta/bulan.

Suami istri pengusaha itu menawarkan kang ridwan untuk menjadi supir pribadi istrinya, tapi entahlah kang ridwan ini masih nyaman jadi supir taksi, katanya dia nggak mau aji mumpung.

Setelah berbulan bulan mereka tinggal menjaga gudang ruko , pengusaha tadi memanggilnya, dia bilang : “Ridwan, saya ini agamanya beda dengan kamu, tapi saya tau kalau orang islam itu wajib naik haji, iya kan?”

Si kang ridwan nya menjawab dengan malu : “iyaa pak, wajib bagi yang sudah mampu, tapi sayah mah belum mampu.”

Lalu, bapak tadi bilang : “saya mau memberangkat haji kamu dan istrimu, gimana?”

Antara senang, terkejut campur aduk, si kang ridwan minta waktu untuk bicara dengan istrinya. Dan mereka berdua sepakat, kalau hadiah haji itu untuk orang tua istrinya saja dari Garut , karena mereka sudah tua, dan punya impian naik haji sejak lama.

Begitu niat itu disampaikan ke bapak pengusaha tadi, Sungguh diluar dugaaan kang ridwan dan istrinya, karena bapak pengusaha yang baik itu bukannya membiayai haji orang tua istri kang ridwan saja melainkan kedua orang tua kang ridwan juga, total 4 orang dibiayai untuk berangkat haji, in syaa Allah skarang lagi menunggu keberangkatan 2-3 tahun lagi., sudah didaftarkan oleh pengusaha tadi. Alhamdulillah…

Allahu Akbar….
Saya sampe terharu mendengar cerita kang ridwan dengan logat sundanya yang khas ini. Betapa barokahnya sebuah kejujuran, Allah membalas lebih dari nilai barang yang dia kembalikan. Hatur nuhun Kang Ridwan smoga menjadi motivasi untuk kami semua untuk menjadi orang yang senantiasa jujur,baik dalam ucapan , hati maupun tindakan. Aamiin.

Ibnu Katsir rahimahullah ketika menjelaskan surat At Taubah ayat 119.
Beliau mengatakan, “Berlaku jujurlah dan terus berpeganglah dengan sikap JUJUR. Bersungguh-sungguhlah kalian menjadi orang yang jujur. Jauhilah perilaku dusta yang dapat mengantarkan pada kebinasaan. Moga-moga kalian mendapati kelapangan dan jalan keluar atas perilaku jujur tersebut.”
Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 7/313

Wallahu Alam bish showab,
Joglo, 28 Maret 2014
EKA SATRIANA

(semua saya tulis berdasarkan obrolan saya dengan kang ridwan sang sopir taksi biru, saya sendiri belum tau apa hukumnya berhaji dibiayai oleh orang lain non muslim, saya hanya memaparkan saja ya kisah beliau, semoga tidak ada yang berpolemik atas tulisan ini, nuhun )

“Jangan meremehkan sebuah kebaikan”

Joglo, 17 Agustus 2014

Ada pemandangan berbeda saat makan pecel lele berdua suami di sebuah warung tenda di daerah cileduk kemarin malam. biasanya pengamen yang nyanyi adalah anak muda , tapi malam tadi yang mengamen adalah seorang lelaki berperawakan tinggi kurus, memakai kaos biasa dan membawa gitar selayaknya pengamen, meski rambutnya sedikit gondrong tapi rapih, uniknya dia memakai peci hitam.

si bapak, sebelum mengamen, memperkenalkan diri ke smua pengunjung pecel lele, bahwa mereka adalah keluarga seniman , disampingnya berdiri seorang wanita berkerudung, yg adalah istri tercintanya yang lagi menggendong bayinya dengan gendongan bayi.

Suara mereka berdua cukup merdu, tapi kemerduan itu justru membuat pikiran saya berkecamuk. Ya Allah, malam hari begini mereka mengamen membawa anaknya, mungkinkah karena memang sangat membutuhkan uang untuk makan malam ini..saya yakin kalau saja mereka punya orang tua pasti akan menitipkan anaknya , karna saya pandangi wajah keduanya adalah wajah orang baik baik..

Dalam hati saya terharu, betapa orang tua akan melakukan apapun demi anaknya, tidak ada gengsi/malu meskipun harus menjual suara mengamen demi mengumpulkan rupiah demi rupiah halal di warung warung makan. Dan saya sunggu tidak tau kenapa mereka berdua mengamen malam ini membawa anaknya. apakah mereka membutuhkan uang untuk membeli obat anaknya? belum makankah mereka? saya hanya bisa bertanya dalam hati, hiks.

Sang anak sepertinya berusia sekitar 1 tahun tidur dengan nyenyaknya dipelukan ibunya, celana panjang, kaus kaki, jaket, topi kupluk melindungi si anak dari dinginnya angin malam.

kedua suami istri tadi menyanyi dua lagu, stelah itu sang suami menghampiri para pengunjung warung pecel lele dengan menyodorkan kantong putih kecil mengharapkan rejeki dari pengunjung yang baik hati.

saya kebetulan lagi dimeja penjual pecel lele untuk membayar , sementara suami saya sudah berjalan ke parkiran motor, dan mas pengamen tadi tidak ke arah saya. stelah selesai membayar, saya berjalan ke warung tenda sebelah lagi mau membeli roti bakar. dan alhamdulillah saya ketemu pasangan suami istri pengamen tadi, ternyata mereka naik motor. saya menjadi smakin menduga sepertinya mereka memang kepepet butuh uang untuk mengamen malam ini, sampai membawa sikecil.

Saya percepat langkah saya lalu saya hampiri, dan menyelipkan uang ke istrinya sambil bilang : ada sedikit rejeki untuk anaknya ya mb. Saya melihat matanya berkaca kaca sambil mengucap terima kasih berkali kali. lalu si mas pengamen (suaminya) mengatakan dengan fasih : “Jazakillah khairan katsira, smoga barokah rejeki mb, smoga makin banyak rejeki ya mb”

Aamiin ya Rabb..begitu tulus doa itu saya dengar..saya teringat pesan Ibnul Qoyyim ini yg membuat saya meleleh kalau membacanya…

trima kasih ya Allah pelajaran bersyukur malam ini Engkau berikan lewat pasangan pengamen tadi…bahwa kami harus lebih peduli dengan orang lain disekitar kami…harus banyak bersyukur bahwa Engkau telah memberikan kami kemudahan dalam menjemput rejeki dan kecukupan, maka ampunilah kami jika kami kurang atau bahkan lupa mensyukuri nikmat-Mu slama ini…

wallahu alam bish showab.

(mohon maaf skali, tulisan ini saya share tidak ada maksud untuk riya, hanya ingin berbagi hikmah saja ya sobat FB, smoga bermanfaat…)

kebaikan

Slamat jalan Pak Asep

Namanya Pak Asep…
usianya sekitar 43 tahun, saya mengenal beliau karna beliau suka main ke rumah mencari suami saya.

Sudah 4 tahun ini beliau tidak memiliki pekerjaan , karena sejak terserang stroke fisiknya sudah tidak seperti dulu lagi. Meskipun beliau bisa berjalan semampunya tapi sebelah tangannya masih kaku , mati sebelah istilah orang kebanyakan.

Saya pernah diajak suami silaturahim ke rumahnya, terakhir bulan lalu. Kontrakan sederhana sempit itu, beliau tinggali dengan istri dan dua anaknya yang berusia sekitar 13 tahun dan 11 tahun.

Tak ada kursi, hanya karpet sbagai alas duduk diruang tamu. Saat itu saya dan suami beserta beliau dan istrinya bercerita ringan, sambil memberi sedikit rejeki untuk mereka. Di dinding ruang tamu, masih ada foto berukuran besar foto bernikahan beliau dahulu, membayangkan bagaimana sosok beliau yg gagah, tampan dengan pekerjaaan mapan dengan istri yg cantik juga.

Pak Asep memang sering menemui suami , mungkin butuh seseorang untuk tempat dia mencurahkah segala beban dihatinya. Beliau pernah bercerita bagaimana dulu sebelum stroke bekerja di perusahaan swasta dengan penghasilan besar, sudah memiliki rumah sendiri, sudah memiliki mobil, sudah menghajikan ibunya, benar benar kehidupan yg mapan.

Istrinya pun yg tadinya bekerja di sebuah bank, resign menjadi ibu rumah tangga saja, karena sepertinya secara penghasilan Pak Asep sudah sangat mencukupi mereka kala itu.

Pak Asep bercerita, kasian ke anak istrinya saat ini, karena sejak dia stroke, dan berhenti bekerja, satu persatu asset pun terjual, hingga tak tersisa, baik untuk biaya pengobatan maupun untuk biaya hidup sehari hari. dan skarang hanya mampu mengontrak bedeng kecil itupun sering menunggak.

Beliau sering curhat ke suami, yang jadi pikirannya adalah masa depan kedua buah hatinya itu bagaimana kedepannya. Anak pertamanya yg laki laki kebetulan juga menjadi salah satu anak asuh, yg stiap pekan dibina oleh suami.

Malam minggu kemarin pengajian remaja dirumah kami, anaknya tidak hadir, teman temannya hanya bilang Pak Asepnya sakit. Kami hanya mengira mungkin pak asep sakit biasa, karna subuh paginya beliau masih mampir ke rumah, seperti biasa memanggil nama suami dari luar pagar dan nampak sehat sehat saja.

Minggu subuh, hp suami berbunyi, memberi kabar bahwa Pak Asep sudah menghadap Allah jam stengah 4 subuh tadi. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Kaget skali rasanya, suami segera ke rumah almarhum, karena sangat khawatir apa penyebab meninggalnya beliau.

Subuh terakhir saat beliau kerumah, mungkin sudah tanda tanda mau ‘pamit’ beliau Nampak sedih, dan mengungkapkan sesuatu yg membuat suami agak terkejut. Beliau bilang : “pak irvan, apa saya berpisah saja sama istri, kasian dia menderita dengan saya dengan kondisi saya tidak bisa menafkahi lagi sudah lama begini…”.

Ternyata sorenya beliau mendadak kejang kejang, karena tak ada uang, tidak ada upaya dibawa ke rumah sakit atau ke dokter, hanya ditunggui diruang tamu sambil istri, klrganya mengaji. Hingga malaikat izroil pun menjemputnya ahad subuh kemarin.

Allahumaghfirlahu warhamhu wa aafiihii wa fuanhu, aamiin.

Pak Asep, maafkan kalau kami slama ini belum maksimal membantu, smoga tenang di sisi Allah, aamiin ya Robbal ‘alamiin…

Pagi sabtu kemarin sebelum berangkat ke bandung, saya takziah, jenazah pak asep sudah terbujur kaku ditutupi kain ditengah ruang tamu, Istri beliau dan anaknya yg perempuan duduk disamping jenazah almarhum.
Saya peluk erat istrinya dan membisikkan doa smoga beliau kuat dgn takdir Allah ini, kuat untuk menjadi single parent bagi kedua anaknya.

Ya, kita para istri tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepan.
Kita tidak pernah tau apakah suami kita akan sehat terus sehingga bisa mencari nafkah utk kita..
Kita tidak pernah tau apakah perusahaan tempat suami kita bekerja tidak akan bangkrut atau mem PHK karyawannya..
dan terutama kita tidak pernah tau usia suami kita….

Ya semua rahasia Allah, karena itulah tidak ada salahnya jika kita para istri mempersiapkan diri menjadi istri/ibu yang kuat, yg mandiri finansial, agar kita tetap bisa melanjutkan amanah suami memberikan masa depan terbaik untuk anak anak kita kelak jika suami pergi mendahului kita…

Tugas utama kita tetaplah menjadi seorang ibu/istri dengan segala kewajibannya, kalaupun kita juga bisa mandiri finansial, itu bukanlah untuk menggantikan posisi suami mencari nafkah skarang , bukan.

Percayalah, jika seorang istri memiliki penghasilan sendiri , banyak hal yg bisa dia lakukan, dia bisa mencukupi kedua orang tuanya yg memasuki usia senja, dia bisa bersedekah atau membiayai anak asuh, dan hal bermanfaat lainnya. Smoga kisah ini pak Asep ini bisa membukakan mata kita bahwa menjadi istri yg mandiri finansial itu penting, tanpa kita harus meninggalkan kewajiban kita sbagai istri/ibu.

hatur nuhun untuk suamiku atas restu dan ridhonya mengijinkan saya sbagai istrinya produktif serta menjemput rejeki dari rumah…

Wallahu alam bish showab,

Joglo
8 Sept 2014

mandiri finansial

Serpihan Surga

(lanjutan dari cerita sebelumnya ini )

Setelah istirahat sejenak, kami pun berkumpul di lobi resort untuk menuju ke suatu tempat dengan naik bis yang sudah disediakan oleh oriflame. Bener bener super excited waktu dikasih tau ternyata kami akan jalan jalan ke Gili Trawangan. Berasa mimpiiiii, slama ini saya sering browsing tentang Gili trawangan yang terkenal itu.

Jarak dari resort kami ke pelabuhan untuk menyeberang kurang lebih 1 jam, jalannya kecil dan berliku liku persis jalanan kayak di seychelles yang naik turun. Saya kebetulan duduk paling depan disebelah kiri bis, jadi puassss banget menikmati view laut/pantai. Indahnya Indonesiaku, Masya Allah….

Pantai Senggigi Lombok

Kami sampai di sebuah tempat parkirnya boat boat penyeberangan ke Gili. Gili dalam bahasa lombok artinya pulau kecil, nah dihadapan kami nampak keliatan 3 Gili. Ternyata deket tho ya kirain jauh hehehe. Sayangnya ditempat penyebrangan ini tidak tersedia fasilitas yang memadai, jadi jangan membayangkan port yg keren ya, bahkan untuk naik ke boat kecil kami harus melepas sepatu karena harus masuk air dulu untuk naik boat kecil.

Boat kecil ini rupanya hanya boat transit saja, karena Oriflame sudah menyewa Yacht buat menuju Gili Trawangan. Berhubung yachtnya tidak bisa merapat persis ke bibir pantai, jadi kami harus naik boat kecil dulu lalu memanjat menggunakan tangga untuk naik ke yacht. Alhamdulillahnya ombak tidak gede, jadi smua dengan lancar naik ke yacht.

gili trawangan

Ah Oriflame bener bener deh bikin kami berasa horang kaya hehehe. YAcht berwarna coklat bernama Dragon ini sering disewa oleh turis turis bule buat menikmati keindahan Gili . Selama di atas yacht puanasee polll hehehe, setelah Pak Amir Mortazavi menyampaikan greeting speech nya saya memilih melipir ke deck bawah ruang karaoke dengan sofa empuk dan AC standing. Beberapa waiter menghampiri kami kami menawarkan minuman segar dan makanan ringan. Hanya sekitar 30 menit kami sudah sampai di Gili Trawangan, artinyaaa harus naik boat kecil lagi buat bener bener menjejakkan kaki di Gili trawangan.

MAsya Allah indahnyaaaa, airnya biru turqoise, dan beniiiingggg, terumbu karang dibawah air sampe keliatan. Kami langsung di arahkan ke restoran persis pinggir pantai untuk menikmati lunch yang sudah disediakan oleh Oriflame dari Hotel Villa Ombak. mungkin karna laper ya rasanya nikmat banget makan siang itu dengan view birunya laut Gili trawangan. Alhamdulillah..

gili

pantai gili

Tidak salah memang kalau Gili Trawangan disebut sbagai serpihan surga di bumi Indonesia, pantesannn itu turis turis bule rela datang ke lombok menempuh ribuan kilometer dari negara asalnya untuk menikmati indahnya alam gili trawangan, karena memang KEREN BANGET.

Ngapain saja kegiatan kami di Gili trawangan? after lunch kami have fun dengan berbagai games team building. Seruu dan bikin sakit perut ketawa, para top managemen pun berbaur dengan kami, dan baru tau betapa bodor dan gilanya mereka hehehe. alhamdulillah core values oriflame Toghetherness itu memang bukan sekedar slogan semata, saya merasa punya keluarga baru di Oriflame.

Matahari mulai turun ke peraduannya, kami pun kembali naik ke yacht untuk kembali ke resort, dan tentu saja menikmati sunset dari atas yacht bener bener membuat saya tak henti mengucap hamdallah pada sang Pencipta. Trima kasih ya Allah, bisa merasakan lukisan alam-Mu di bumi Seribu masjid ini.

Top 15 Gathering 2014

Belum sebulan pulang dari jalan jalan ke eropa, udah dapet e mail lagi dari Oriflame untuk ikut dalam Top 15 Gathering ke Lombok. Huwaa excited banget karna belum pernah ke pulau cantik dekat bali yg konon katanya punya pantai yg indah indah.

LOmbok sebenarnya salah satu destinasi impian suami, tapi apa daya dia udah nggak bisa cuti karna baru aja cuti 10 hari ikut Gold Cruise kemarin. Oiya apaan siy Top 15 itu? jadi Top 15 Indonesia adalah 15 orang top leader dengan jumlah split out terbanyak selama periode 1 tahun.

Saya alhamdulillah ada di urutan ke 6 dari Top 15 Indonesia, artinya dari 300.000 konsultan oriflame Indonesia, saya rangking 6 nya. Siapa saja yang masuk ke dalam Top 15 Indonesia akan di umumkan di seminar director stiap tahun. Untuk Top 15 Indonesia tahun 2015 berarti akan di umumkan bulan februari nanti di SemDir bandung.

Apa istimewanya menjadi bagian dari Top 15 Indonesia? yang pasti bikin bangga smua jaringan kita karna artinya kerja keras kita tidak sia sia, kita juga jadi punya akses cepat dengan pihak top management, info info terbaru tentunya kita akan tau duluan, bahkan sering dimintai pendapat mengenai perkembangan bisnis kita ini. Nah stiap tahun rutin ada Meeting Top 15 diluar kota 3 hari, tahun lalu di Ubud Bali, dan tahun ini di Lombok.

Ini schedule Gathering tahun ini :

lombok

Kali ini saya dan dian tidak membawa partner karna kebetulan suami pada nggak bisa cuti, ya apa boleh buat show must go on, meskipun tanpa partner. Kamis tanggal 16 oktober jam 4 subuh kami sudah berangkat dari rumah, karna Flight Garuda jam 5.50 pagi, alhamdulillah stelah check in masih sempat sholat subuh dulu di musholla bandara.

Mulai take off saya ngantuk berat, secara malemnya baru packing dan jam 3 pagi udah harus mandi, jadilah saya tidur dipesawat dengan nyenyak, sampe pramugari nawarin breakfast pun saya tolak saking ngantuknya. Saya terbangun stelah Pilot Menyapa penumpang dari ruanag cockpitnya ngasih tau kalau disebelah kanan pesawat kami ada Gunung Agung dan Gunung Rinjai berdiri kokoh. Sayangnya saya nggak dapet duduk pinggir jendela, jadi tidak bisa take picture, tapi sempet liat indaaaaahhh banget view gunungnya, Masya Allah .

Kurang lebih 2 jam penerbangan, pesawat kamipun mendarat di Lombok Internasional Aiport di Praya, Lombok Tengah. Air portnya masih lumayan baru kayaknya ya, dan kayaknya jauh dari pusat kota. karena saat mau landing saya liat sekitaran airport ini lahan kering kerontang berwarna coklat kekeringan.

Di airport kami sudah disambut oleh tim event mb winni cs, masing masing dikalungin syal tenun dan goodie bag snack. kami dijemput oleh bis yg sudah disediakan oleh oriflame. Sepanjang jalan keluar dari aiport, kanan kiri tidak ada pemandangan menarik euy, kanan kiri kering kerontang. Barulah ketika memasuki kawasan kota baru mulai menghijau, dan kanan kiri banyak skali masjid dengan kubah khasnya berbentuk lonjong.

Kurang lebih 1,5 jam akhirnya kami sampai juga di Svarga Resort yg terletak di jalan raya Pantai Senggigi. Sepanjang senggigi berderet hotel hotel maupun resort resort mewah. Resort Svarga tempat kami menginap masih baru , dan bukan berada persis dipinggir pantainya, jadi nggak ada private beachnya. Svarga resort ini letaknya di daerah berkontur bukit, makanya villa villanya mengarah ke atas bukit.

Welcome to Svarga Resort

Saya sekamar dengan dian dapet Villa Adna Garden 402, alhamdulillah nggak harus ‘mendaki’ bukit untuk ke villa, karna posisi villa kami cukup dekat dengan lobi resort. Villa Adna Garden ini terdiri dari 2 lantai, lantai pertama teras alias ruang tamu dengan konsep terbuka dengan taman yang hijau, lalu kamar kami berada di lantai duanya , jadi ada tangga dibalik dinding . Alhamdulillah kamarnya cukup luas, dengan dinding kaca lebar menghadap taman. dan sudah ter ‘onggok’ welcome gift dari Oriflame menyambut kedatangan kami dikamar. Soal suprise oriflame memang jagonya, seperti kali ini Box etnik dari kayu dengan plat logam bernamakan kami masing masing yang berisi produk the one terbaru , t shirt, juga snack khas lombok siap dibawa pulang ke jakarta. Tq yaa Oriflame ;)

btw, Kamar mandinyaaa yang bikin saya kaget, karna terbuka atapnya kaca transparant. Mungkin buat tamu bule ini kamar mandi interesting banget ya karna buat berjemur dan bisa menatap pohon kelapa dan langit biru, tapiii masalahnya buat saya turis lokal ini kamar mandi model begini mah nggak banget hehehe. Sangat tidak nyaman dan mulai mencari kain sarung buat mandi di bath tab ini wkwkwk.

oiya mau tau rate permalam villa adna garden? 2 juta lebih permalamnya. beuuu kalau bayar sendiri mah mikir panjaaang ya bo wkwkwk, tapi oriflame memang bener bener slalu memberikan fasilitas terbaik buat kami.

Svarga Resort Lombok

Satu jam lebih istirahat, kami akan berkumpul di Lobi untuk memulai agenda pertama hari ini, apakah itu? simak cerita seru berikutnya yaaa…;)